IKA Unpad Dorong Optimalisasi Dana Umat melalui Keuangan Syariah dalam Forum Ramadan
METROFAKTUAL.COM, JAKARTA, 14 Maret 2026 – Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkai dengan diskusi mengenai pengelolaan dana umat melalui lembaga keuangan syariah. Acara yang berlangsung di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Sabtu (14/3) tersebut menjadi momentum silaturahmi Ramadan sekaligus forum pemikiran untuk memperkuat peran ekonomi umat.
Diskusi yang mengangkat tema “Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Melalui Lembaga Keuangan Syariah dalam Rangka Meningkatkan Manfaat untuk Kemaslahatan Umat Islam” ini menghadirkan berbagai pandangan mengenai potensi besar pengelolaan dana umat secara profesional dan berkelanjutan.
Sekretaris Jenderal IKA Unpad, Yhodhisman Soratha, menyampaikan bahwa selama bulan Ramadan pihaknya juga menjalankan sejumlah kegiatan sosial yang ditujukan untuk membantu mahasiswa dan masyarakat yang membutuhkan.
Salah satu program yang dijalankan adalah pembagian makanan berbuka puasa bagi mahasiswa di kawasan Jatinangor. Setiap hari, IKA Unpad menyiapkan sekitar 100 paket makanan untuk mahasiswa yang sedang menjalani aktivitas perkuliahan selama bulan suci Ramadan.
Selain program berbagi makanan, organisasi alumni tersebut juga tengah memproses program beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu. Hingga saat ini, sekitar 50 mahasiswa telah mengikuti tahapan seleksi untuk menerima bantuan pendidikan melalui program tersebut.
Dalam diskusi yang berlangsung pada acara tersebut, para narasumber menyoroti potensi ekonomi umat yang dapat dikelola melalui lembaga-lembaga pengelola dana syariah seperti Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Pengelolaan dana yang terarah dan transparan dinilai mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
IKA Unpad juga tengah mendorong inisiatif pembangunan tower asrama mahasiswa melalui skema koperasi. Program tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya kebutuhan hunian mahasiswa di sekitar kawasan Universitas Padjadjaran.
Menurut Yhodhisman, kebutuhan hunian mahasiswa saat ini diperkirakan masih mencapai sekitar 15.000 unit. Karena itu, pembangunan tower asrama melalui pendekatan koperasi diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi mahasiswa.
IKA Unpad juga menyatakan dukungannya terhadap langkah Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam mengembangkan program Koperasi Desa Merah Putih. Beberapa alumni Universitas Padjadjaran bahkan turut terlibat dalam proses seleksi serta pengembangan model bisnis yang berkaitan dengan program tersebut.
Selain aktivitas di bidang ekonomi, IKA Unpad juga aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Pada akhir tahun 2025, organisasi alumni ini mengirimkan relawan serta bantuan kemanusiaan ke sejumlah daerah yang terdampak bencana seperti Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Bantuan juga disalurkan hingga ke wilayah Aceh Tamiang dalam bentuk perlengkapan ibadah dan kebutuhan masyarakat.
IKA Unpad sebelumnya juga menyelenggarakan konser amal untuk Palestina di Jatinangor serta berbagai kegiatan akademik di lingkungan Universitas Padjadjaran, seperti seminar Ekonomi Pancasila dan seminar kewirausahaan.
Yhodhisman menambahkan bahwa jumlah alumni Universitas Padjadjaran saat ini diperkirakan telah mencapai lebih dari 350.000 orang yang tersebar di berbagai sektor. Potensi tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat berbagai program sosial melalui penghimpunan zakat alumni.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, IKA Unpad telah membentuk 34 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) untuk menghimpun zakat dari para alumni. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan melalui Baznas sesuai ketentuan yang berlaku, sementara sebagian lainnya dimanfaatkan untuk mendukung program sosial dan pendidikan.
Melalui berbagai program tersebut, IKA Unpad berharap potensi besar alumni serta pengelolaan dana umat dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemaslahatan umat Islam di Indonesia.
