GUS IMAM: AMPETRA JADI SOLUSI PENATAAN TAMBANG RAKYAT DAN PENGUATAN EKONOMI DAERAH
METROFAKTUAL.COM, Jakarta, 3 Mei 2026 — Ketua DPW Ampetra Jawa Tengah, Gus Imam Susanto, optimistis Deklarasi Nasional Ampetra Indonesia akan membawa perubahan signifikan dalam tata kelola pertambangan tradisional di Indonesia.
Dalam keterangannya kepada media, ia menyebut bahwa deklarasi ini merupakan bagian dari gerakan besar untuk membangun sistem pertambangan rakyat yang lebih terorganisir dan profesional.
“Ini adalah langkah awal menuju perubahan besar. Kita ingin penambang rakyat tidak lagi berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa di Jawa Tengah, potensi tambang tersebar di sekitar 25 kabupaten, yang sebagian besar belum dikelola secara optimal akibat keterbatasan regulasi dan pendampingan.
Menurutnya, keberadaan Ampetra akan berperan penting dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta mendorong terbentuknya badan hukum berbasis koperasi.
“Koperasi menjadi pilihan karena mampu memperkuat posisi masyarakat secara kolektif,” katanya.
Ia berharap ke depan para penambang tradisional dapat bekerja secara legal, aman, serta memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah maupun nasional.
Deklarasi ini pun diharapkan menjadi tonggak penting dalam menciptakan ekosistem pertambangan rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan.
