DPP GAN Apresiasi Pimpinan Baru BGN, Tekankan Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor

0
IMG_20260606_140719

Metrofaktual, Jakarta.- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Garuda Astacita Nusantara (GAN) mengapresiasi penunjukan jajaran Pimpinan Baru Badan Gizi Nasional (BGN) dan menilai kepemimpinan baru tersebut memiliki peluang besar untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program pemenuhan gizi nasional.

Ketua Umum DPP GAN, Muhammad Burhanuddin, mengatakan bahwa tantangan pembangunan gizi masyarakat saat ini tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja. Diperlukan kerja sama yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, serta berbagai elemen bangsa lainnya.

Menurut Burhanuddin, Badan Gizi Nasional memiliki posisi strategis sebagai penggerak utama dalam mengintegrasikan berbagai kekuatan tersebut. Oleh karena itu, kemampuan membangun sinergi menjadi salah satu faktor yang akan menentukan keberhasilan program-program yang dijalankan BGN.

Ia menilai pergantian kepemimpinan di tubuh BGN menjadi momentum yang tepat untuk memperluas kolaborasi dan memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan. Dengan dukungan berbagai pihak, pelaksanaan program gizi nasional dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Saat ini, BGN dipimpin oleh Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN dengan didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. DPP GAN melihat susunan kepemimpinan tersebut memiliki kombinasi pengalaman yang dapat mendukung penguatan kerja sama lintas sektor.

Burhanuddin menjelaskan bahwa Nanik Sudaryati Deyang memiliki pengalaman yang kuat dalam bidang komunikasi publik dan koordinasi program strategis. Kemampuan tersebut sangat penting dalam membangun hubungan yang produktif antara BGN dengan berbagai institusi pemerintah maupun non-pemerintah.

Sementara itu, Agustina Arumsari dinilai memiliki kompetensi yang dapat memperkuat tata kelola kelembagaan dan akuntabilitas program. Pengalamannya di bidang pengawasan keuangan negara diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan para mitra terhadap pelaksanaan program yang dijalankan BGN.

Di sisi lain, Mayjen TNI Trenggono membawa pengalaman panjang dalam bidang kepemimpinan organisasi dan manajemen logistik. Pengalaman tersebut dinilai akan membantu memperkuat koordinasi pelaksanaan program di lapangan, khususnya dalam menjangkau daerah-daerah yang memiliki tantangan distribusi.

Menurut DPP GAN, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis dan berbagai program pemenuhan gizi lainnya membutuhkan dukungan yang luas dari berbagai sektor. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa adanya partisipasi aktif dari masyarakat dan para pemangku kepentingan lainnya.

Burhanuddin mengatakan bahwa dunia usaha memiliki peran penting dalam mendukung penyediaan bahan pangan berkualitas serta pengembangan rantai pasok yang berkelanjutan. Keterlibatan sektor swasta dapat memperkuat kapasitas program sekaligus menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Selain itu, akademisi dan lembaga penelitian juga memiliki kontribusi penting dalam menyediakan data, kajian ilmiah, serta rekomendasi kebijakan yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas program. Pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dinilai menjadi kebutuhan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan gizi.

Organisasi masyarakat dan komunitas lokal juga dianggap memiliki peran yang tidak kalah penting. Mereka sering kali menjadi pihak yang paling dekat dengan masyarakat sehingga mampu membantu proses edukasi, sosialisasi, dan pengawasan pelaksanaan program di tingkat akar rumput.

DPP GAN menilai bahwa penguatan kolaborasi akan memberikan banyak manfaat dalam pelaksanaan program nasional. Selain memperluas jangkauan layanan, kerja sama yang baik juga dapat mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang muncul di lapangan.

Burhanuddin menegaskan bahwa pembangunan gizi tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan. Di dalamnya terdapat berbagai aspek lain seperti edukasi masyarakat, perubahan perilaku hidup sehat, peningkatan kualitas sanitasi, serta penguatan akses terhadap layanan kesehatan.

Karena itu, pendekatan yang bersifat lintas sektor menjadi sangat penting. Setiap institusi memiliki peran dan kontribusi yang berbeda, namun seluruhnya harus diarahkan pada tujuan yang sama, yakni meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

DPP GAN juga mendorong BGN untuk memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah. Pemerintah daerah dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi ujung tombak pelaksanaan program sekaligus memahami kondisi sosial dan geografis di wilayah masing-masing.

Menurut Burhanuddin, keberhasilan program gizi nasional akan semakin besar apabila seluruh pemerintah daerah memiliki rasa kepemilikan terhadap program yang dijalankan. Dengan demikian, proses pelaksanaan dan pengawasan dapat berjalan lebih optimal.

Selain memperkuat koordinasi kelembagaan, DPP GAN juga berharap BGN mampu membangun komunikasi publik yang lebih terbuka dan partisipatif. Masyarakat perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai tujuan, manfaat, serta perkembangan pelaksanaan program agar tercipta dukungan yang lebih luas.

Burhanuddin menambahkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia apabila seluruh elemen bangsa mampu bekerja bersama. Kolaborasi yang kuat akan mempercepat pencapaian berbagai target pembangunan nasional, termasuk penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

DPP GAN optimistis kepemimpinan baru BGN mampu menghadirkan pola kerja yang lebih kolaboratif dan inklusif. Dengan dukungan berbagai pihak, program-program pemenuhan gizi diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“DPP GAN berharap kepemimpinan baru BGN dapat terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, membangun kemitraan yang produktif, serta mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki bangsa untuk mendukung pembangunan gizi nasional. Semakin kuat sinergi yang dibangun, semakin besar pula peluang Indonesia melahirkan generasi yang sehat, unggul, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Burhanuddin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *