Guru Diminta Kuasai STEM, Prof Wirawan: Siswa Harus Dibentuk Menjadi Inovator

0
IMG-20260915-WA0007

METROFAKTUAL.COM, Semarang – Guru di Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi. Karena itu, peningkatan kompetensi guru menjadi kebutuhan mendesak agar proses pendidikan mampu menghasilkan generasi yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga mampu menciptakan inovasi.

Dewan Pembina IGI Provinsi Jawa Tengah Prof. Dr. Wirawan Sumbodo, MT, mendorong guru meningkatkan kemampuan mengajar dengan pendekatan STEM.

Dorongan tersebut disampaikan dalam pelantikan IGI Provinsi Jawa Tengah di Ruang Pertemuan Lantai 1 Universitas STEKOM Semarang, Minggu (13/9).

Menurut Prof. Wirawan, pendekatan STEM memberikan ruang kepada peserta didik untuk menghubungkan teori dengan persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Guru memiliki peran strategis dalam menumbuhkan siswa menjadi inovator di bidang STEM yang dibutuhkan untuk memproduksi kebutuhan masyarakat dunia,” ungkapnya.

Prof. Wirawan menjelaskan STEM menggabungkan empat bidang penting, yaitu Science, Technology, Engineering, dan Mathematics. Integrasi keempat bidang tersebut dapat membangun cara berpikir siswa yang lebih sistematis dan solutif.

Dalam pembelajaran STEM, siswa tidak hanya diarahkan untuk menghafal konsep. Mereka dapat diajak mengamati persoalan, mengumpulkan informasi, merancang solusi, melakukan pengujian, kemudian memperbaiki hasilnya.

Menurut Prof. Wirawan, pola pembelajaran seperti ini sangat penting untuk membangun budaya inovasi.

Ia mencontohkan negara-negara maju yang mampu menghasilkan berbagai produk dan teknologi karena memiliki sistem pendidikan yang mendukung lahirnya inovator.

“Eropa memiliki sumber daya alam yang sedikit, namun dunia pendidikannya menghasilkan inovator-inovator yang mampu menciptakan produk yang dibutuhkan oleh seluruh dunia,” ujarnya.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kekuatan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alam, tetapi juga oleh kemampuan sumber daya manusianya.

Indonesia, kata Prof. Wirawan, memiliki modal sumber daya alam yang besar. Namun modal tersebut harus diikuti dengan kemampuan teknologi agar dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Saatnya IGI berperan dalam membentuk guru yang mampu menumbuhkan siswa untuk menjadi inovator-inovator yang mampu mengelola sumber daya alam menjadi produk yang dibutuhkan dunia sehingga bisa mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya.

Ia menegaskan peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu agenda penting IGI Jawa Tengah.

“Pentingnya IGI meningkatkan kompetensi guru agar dapat mengajar berbasis STEM,” tegasnya.

Selain menciptakan inovator, pembelajaran STEM juga diharapkan mampu mendukung kebutuhan industri. Inovator yang lahir dari dunia pendidikan dapat menjadi sumber daya manusia yang mengembangkan teknologi sekaligus membuka lapangan pekerjaan.

“Pembelajaran ini akan menghasilkan inovator-inovator untuk menopang industri yang dapat menyerap tenaga kerja untuk kesejahteraan bangsa,” katanya.

Prof. Wirawan menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum IGI Pusat Dr. Danang Hidayatullah atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mendukung dan membina IGI Jawa Tengah.

Ia juga memberikan ucapan selamat kepada Dr. Imron, S.Pd., M.Pd., yang dilantik sebagai Ketua IGI Provinsi Jawa Tengah.

Ia berharap kepengurusan baru dapat menjalankan program organisasi secara konsisten dan memberikan manfaat bagi guru serta dunia pendidikan.

Pelantikan tersebut turut didukung Dewan Pakar Wilayah Dr. Josep Teguh Santoso, M.Kom., dan Dr. LP. Ario Nugroho, S.Pd., M.Pd., serta Dewan Pembina Lukman Muhajir, SH., M.H., dan Endah Sulistyowati, M.Pd.

Dengan penguatan kompetensi guru, IGI Jawa Tengah diharapkan dapat menjadi salah satu motor penggerak pendidikan inovatif dan adaptif di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *